HATI HATI IMPOTENSI

Hampir dapat dipastikan semua klub/komunitas motor memiliki kegiatan touring. Bagi kebanyakan bikers anggota klub, touring merupakan menu yang dapat membangkitkan selera setiap saat. Walau tidak semua klub menjadikan touring sebagai jiwa klub, namun touring adalah kegiatan yang mampu menggerakan jiwa klub dan anggotanya.

Lewat touring, berkendara yang dalam keseharian mungkin merupakan aktifitas memenuhi kebutuhan hidup bersalin menjadi aktifitas multidimensi. Dalam touring ada jalan rekreasi, ada semangat brotherhood untuk berbagi, ada tatanan untuk melindungi. Lewat kegiatan touring, jiwa bikers dapat diresapi dan dipahami secara sempurna, walau tidak ada kalimat yang cukup untuk menjelaskannya lewat kata-kata.

Pun touring berarti melintasi ruang mengatasi jarak dan berpacu dengan waktu. Sebuah touring bisa menempuh jarak puluhan hingga ratusan ribu kilometer. Namun rata-rata touring memakan waktu dua hingga tiga hari dari keberangkatan hingga kepulangan.

Semakin lama berkendara berarti pula semakin lama duduk di atas sadel motor, dan duduk untuk waktu yang lama di atas sadel motor ternyata berersiko menjadi mimpi buruk bagi bikers.

Sebuah penelitian gabungan atas para pengendara motor di Amerika dan Eropa menemukan bahwa mengendarai motor untuk waktu yang cukup lama dapat berpotensi menurunkan tingkat kesuburan pada pria dan menyebabkan impotensi.

Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa sekurangnya lima dari seratus pria yang sering mengendarai motor mengalami disfungsi ereksi. Para ahli percaya angka sesungguhnya lebih tinggi karena banyak pria yang enggan menghubungkan kelemahan seksualnya dengan kebiasaannya mengendarai motor.

Ini sebetulnya bukan fakta baru karena seperti kesimpulan yang dirilis tahun 1997 oleh Dr. Irwin Goldstein, urologis asal Boston, hanya ada dua jenis pengendara motor, yang pertama adalah yang telah impoten, sedang yang kedua adalah yang akan impoten.

Pernyataan senada juga dikemukan oleh Dr. Schrader, ahli reproduksi dari National Institute for Occupational Safety and Health. “Ketika anda duduk di kursi anda tak pernah membebankan tubuh anda ke perineum tetapi pada tulang duduk, tapi ketika anda duduk di motor, tekanan perineum dari berat beban anda meningkat sampai tujuh kali lipat.” Perineum adalah daerah antara testis dan anus dimana terdapat syaraf yang sensitif terhadap rangsang dan pembuluh yang berfungsi mengalirkan darah ke penis. Jika syaraf dan pembuluh ini tertekan, rangsangan menjadi terhambat dan aliran darah berkurang yang akan mengakibatkan penis tidak mendapat tekanan yang cukup untuk mencapai ereksi penuh.

Penelitian lebih lanjut menemukan bahwa sadel motor menjadi penyebab yang dominan atas gangguan ‘kejantanan’ pada subyek penelitian. Beberapa jenis sadel motor bahkan berpotensi menyebabkan trauma fisik pada organ seksual. Sadel yang dianggap aman adalah sadel yang bisa membuat berat badan pengendara bertumpu pada ujung tulang yang terdapat di bagian pantat. Dengan demikian perineum terlindung dari tekanan.

Namun, walau pemilihan sadelmengurangi resiko yang ada, masih banyak faktor lain yang perlu menjadi perhatian terutama posisi duduk dari pengendara. Pengendara motor sport (motor laki), sering berusaha berkendara dengan posisi duduk yang gagah layaknya seorang pembalap. Pantat ditarik agak ke belakang, sedang badan sedikit membungkuk, tangan menumpu pada stang untuk menahan beban badan yang condong ke depan. Posisi ini mungkin memang berhasil menampilkan kesan “jantan”, namun posisi ini juga dapat merusak kejantanan, karena posisi seperti ini memindahkan berat badan ke selangkangan dan menyebabkan scrotum (kantong yang berisi testis) tertekan – bahkan tergencet – pada sadel.

Kondisi ini menjadi semakin buruk karena sebagian pengendara memundurkan footstep motornya. Beberapa kondisi jalan membuat posisi duduk yang salah ini semakin berbahaya terutama pada testis. Pada jalan yang berlubang maupun bergelombang akan terjadi benturan yang cukup kuat pada bagian selangkangan, sedangkan pada jalan menanjak dan menurun tajam posisi duduk akan ikut bergeser oleh gaya gravitasi sehingga dapat menyebabkan testis tergencet. Hal ini jika berlangsung dalam waktu yang lama dan sering dapat menyebabkan kerusakan syaraf di sekitar selangkangan karena pembuluh darah yang tertekan mengurangi suplai oksigen ke testis. Tentunya tidak cukup berharga menukar kejantanan hanya untuk mendapatkan esan jantan” dari posisi duduk yang salah.

Selain menyangkut sadel dan posisi duduk, ternyata pemilihan pakaian erutama celana dan celana dalam) juga memiliki peranan besar kerusakan organ seksual. Dengan alasan sebagai penahan hembusan angin, sering pengendara memilih celana yang terbuat dari bahan yang sulit untuk ditembus angin, sedang dari sisi mode sebagian pengendara memilih bentuk celana yang ketat. Mengenakan celana yang ketat mengharuskan pengendara mengenakan celana dalam yang ketat pula (tentunya tidak lucu, atau bahkan lucu sekali jika celana dalam yang nggar menghasilkan kerutan-kerutan pada permukaan celana pengendara yang ketat). Dapat dibayangkan betapa rtekan, pengap dan panasnya organ kehidupan di balik celana tersebut. Tubuh secara alami akan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.

Dalam suhu yang dingin, scrotum akan mengerut untuk menjaga kestabilan suhu testis agar dapat berproduksi dengan baik. Sebaliknya dalam suhu yang panas, scrotum akan mengendur agar testis mencari angin. Namun, jika pengendara mengenakan celana dan/atau celana dalam ketat, walau dapat mengendur, tetap saja tergencet.

Masih banyak faktor lain yang dianggap memberi kontribusi gangguan kesuburan dan kejantanan pada bikers seperti shock breaker yang tidak berfungsi baik menyebabkan getaran dan benturan yang berbahaya, gas-gas berbahaya yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, dan rata-rata bikers yang juga perokok.

Dengan begitu banyaknya bahaya yang mengancam tidak berarti kita tidak boleh menjadi seorang bikers, karena pada dasarnya segala aktifitas mempunyai potensi bahaya masing-masing. Setelah mengetahui faktor-faktornya, tinggal bagaimana kita menyiasati dan menyikapinya.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi agar mimpi buruk ini tidak menjadi kenyataan, antara lain; jika melakukan modifikasi, beri erhatian khusus untuk sadel. Sadel harus nyaman dan aman bagi pengendara. Bantalan sadel yang baik harus dapat menyanggah dengan sempurna dan tidak terlalu menekan. Jika melakukan touring yang jauh, jangan hanya berhenti untuk istirahat hanya untuk makan, mengisi bahan bakar, atau tuntutan buang air. Pertimbangkan kebutuhan pantat dan selangkangan untuk beristirahat.

Berkendaralah dengan posisi duduk yang menempatkan berat badan bertumpu pada tulang ekor atau tulang duduk, bukan pada perineum. Untuk celana, para ahli menyarankan untuk memilih celana dari bahan yang memiliki pori agar udara dapat bersirkulasi atau celana yang didesain khusus dengan ventilasi udara. Sedangkan untuk celana dalam, disarankan untuk menghindari celana dalam ketat dan dari bahan -bahan yang mudah menyerap panas.

Solusi terakhir, walau bukan solusi yang buruk, tinggalkan celana dalam di rumah. “Lebih sehat tidak mengenakan celana dalam untuk waktu yang lama, tetapi itu soal kebiasaan masing-masing orang. Jika tidak nyaman, ganti saja dengan celana pendek yang longgar,” jelas dokter Budhi ketika dimintai pendapat oleh BROMAGZ.COM.

Mau tetap berkendara dengan resiko kehilangan kejantanan atau berkendara dengan aman, kembali pada diri kamu sendiri. [abn]

Sumber. BROMAGZ.COM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s